Archive for ◊ February, 2010 ◊

Author:
• Friday, February 26th, 2010

Pemilihan kambing bakalan disesuaikan dengan tujuan usaha, misalnya kambing kacang untuk produksi daging, sedangkan kambing etawa untuk produksi susu. Berikut jenis-jenis kambing pedaging yang dapat digunakan sebagai ternak.

1. Kambing Kacang

Kambing kacang merupakan kambing asli Indonesia yang dapat pula ditemukan di Malaysia dan Filipina. Perkembangbiakan kambing kacang sangat cepat, bahkan pada umur 15-18 bulan sudah dapat menghasilkan keturunan. Kambing ini cocok digunakan sebagai penghasil daging dan kulit.

Kambing kacang bersifat prolifik (sering melahirkan anak kembar 2 atau 3), lincah, dan tahan terhaddap berbagai kondisi, dan mampu beradaptasi dengan baik di berbagai lingkungan berbeda, termasuk dalam kondisi pemeliharaan yang sangat sederhana. Bulu kambing kacang cukup pendek dan berwarna hitam, cokelat, putih, atau campuran ketiga warna tersebut.

2. Kambing Peranakan Ettawa (PE)

Kambing PE mmerupakan hasil persilangan antara kambing ettawa (asal India) dengan kambing kacang. Kambing PE dimanfaatkan sebagai penghasil daging dan susu (perah). Penampilan kambing PE mirip dengan kambing ettawa, tetapi peranakan tubuhnya lebih kecil. Peranakan yang penampilannya mirip kambing kacang disebut bligon atau jawarandu, yang merupakan tipe pedaging.

Karakteristik kambing PE, antara lain bentuk muka cembung melengkung dan dagu berjanggut, terdapat gelambir di bawah leher yang tumbuh dari sudut janggut, telinga panjang, lembek, menggantung, dan ujungnya agak berlipat, ujung tanduk agak melengkung, tubuh tinggi, pipih, bentuk garis punggung mengombak ke belakang sedangkan bulu tumbuh panjang di bagian leher, pundak, punggung, dan paha. Bulu paha panjang dan tebal.

3. Kambing Gembrong

Kambing gembrong merupakan keturunan kambing angora yang sudah menjadi ras tersendiri di Bali. Kambing ini berwarna putih, jantan dan betinanya bertanduk, telinga rebah, serta bulunya lebat dan panjang (terkenal dengan istilah mohar). Berat kambing gembrong bisa mencapai 32-45 kg/ekor. Pemeliharaan dilakukan semi-intensif dengan melepasnya di pekarangan dan malam hari tidur di kandang.

4. Kambing Anglo Nubian

Kambing anglo nubian berasal dari daerah Nubia di Timur Laut Afrika. Ciri-ciri kambing ini yaitu bobot tubuh cukup besar, telinga menggantung, dan ambing besar. Bulunya berwarna hitam, merah, cokelat, putih, atau kombinasi warna-warna tersebut. Bobot badan kambing jantan mencapai 90 kg dan kambing betina 70 kg. Produksi susu 700 kg per periode laktasi.

5. Kambing Boer

Kambing boer berasal dari Afrika Selatan dan telah masuk ke Indonesia sejak 65 tahun lalu. Kambing boer adalah kambing pedaging terbaik di dunia. Pada umur 5-6 bulan, berat badan kambing ini sudah mencapai 35-45 kg dan sudah siap untuk dipasarkan. Namun, jika dibiarkan sampai usia dewasa (2-3 tahun), bobot badan kambing jantan bisa mencapai 120 kg.

Kambing boer bertubuh panjang dan lebar, keempat kaki sangat pendek, warna kulit cokelat, berbulu putih, berkaki pendek, berhidung cembung, bertelinga panjang menggantung, serta kepala berwarna cokelat kemerahan atau cokelat muda hingga cokelat tua. Beberapa kambing boer memiliki garis putih ke bawah di wajahnya. Kambing ini mudah beradaptasi dengan lingkungan baru, dan memiliki daya tahan tubuh yang sangat bagus.

Kambing boer yang ada di Indonesia sudah banyak mengalami persilangan dengan kambing lokal Indonesia. Istilah “kambing boer bangsa murni” akan digunakan oleh registrasi kambing boer Indonesia jika seekor kambing sudah mencapai paling tidak generasi kelima baik dari sisi induk maupun pejantan, berdasarkan catatan silsilahnya. Salah satu contoh hasil persilangan kambing boer adalah boerka yang merupakan hasil persilangan dengan kambing kacang.

Sumber: Buku Petunjuk Praktis Menggemukkan Domba, Kambing, dan Sapi Potong

Author:
• Monday, February 22nd, 2010

Umumnya orang melihat umur domba dan kambing dari jumlah gigi seri yang sudah tumbuh. Cara penentuan umur domba dan kambing dengan penentuan jumlah gigi seri yang tumbuh tidak selalu tepat. Namun, cara ini dapat memberikan petunjuk yang dapat dipercaya tentang umur ternak tersebut.

1. Gigi susu belum ada yang lepas : Perkiraan umur < 1 tahun

2. Sepasang gigi susu tengah berganti dengan gigi tetap : Perkiraan umur 1 – 1,5 tahun

3. Dua pasang gigi susu tengan berganti dengan gigi tetap : Perkiraan umur 1,5 – 2 tahun

4. Tiga pasang gigi susu berganti dengan gigi tetap : Perkiraan umur 2,3 – 3 tahun

5. Seluruh gigi susu berganti dengan gigi tetap : Perkiraan umur 4 tahun

6. Gigi tetap sudah usang : Umur sudah lanjut

Sumber: Buku Petunjuk Praktis Menggemukkan Domba, Kambing, dan Sapi Potong

Author:
• Wednesday, February 17th, 2010

Berdasarkan tujuan pemeliharaannya, kriteria pemilihan domba bakalan setidkanya dibagi menjadi dua, yaitu bakalan indukan dan bakalan penggemukan (untuk dipotong). Pemilihan domba untuk penggemukan lebih mudah dan fleksibel dibandingkan dengan domba untuk indukan.

bagaimana menyeleksi bibit domba

Berikut hal-hal yang perlu diperhatikan dalam memilih domba bakalan untuk digemukkan.

1. Domba memiliki tubuh yang sehat, lincah, tidak cacat, dan bulunya tidak kusam. Domba yang umurnya masih muda, tetapi terlihat kurus masih dapat dipilih dengan pertimbangan domba masih bisa tumbuh dan berat badanya diharapkan bertambah dengan perlakuan pakan yang lebih baik.

2. Prioritas domba jantan. Hal ini disebabkan, tingkat pertumbuhan domba jantan lebih cepat. Selain itu, adanya larangan pemotongan domba betina yang masih produktif. Namun, tidak tertutup kemungkinan menggemukkan domba betina yang sudah tidak produktif lagi, misalnya domba betina yang mandul (majir) atau sudah tua.

3. Berasal dari jenis domba lokal dan merupakan domba yang sudah beradaptasi dengan lingkungan setempat. Jika domba terpaksa didatangkan dari suatu lokasi yang kondisinya berbeda dengan lokasi penggemukan maka perlu masa adaptasi sekitar 2 – 4 minggu, sehingga membutuhkan dana untuk adaptasi ini.

4. Domba yang akan digemukkan memiliki boboot badan sekitar 15 kg dan berumur 4 bulan – 1 tahun. Untuk mengetahui umur bakalan, peternak bisa melihat catatan domba. Namun, tidak semua hewan ternak memiliki catatan yang lengkap semenjak lahirnya. Karena itu, untuk mengetahui umur domba dapat dilihat dari susunan gigi.

Sumber: Buku Petunjuk Praktis Menggemukkan Domba, Kambing, dan Sapi Potong

Category: Artikel Domba  | Tags: ,  | Leave a Comment
Author:
• Wednesday, February 10th, 2010

Berikut informasi yang ingin saya ceritakan kepada para orang tua, atau siapa saja yang ingin mengetahui semua hal seputar akikah. Yaitu informasi tentang waktu penyembelihan hewan akikah menurut pendapat fukaha (ahli fikih) sebagai berikut:

  • Jumhur fukaha berpendapat harus dilakukan pada hari ketujuh dari kelahiran anak.
  • Sebagaian fukaha malah membolehkan penyembelihan dilaksanakan pada pekan kedua atau pekan ketiga dari kelahiran anak.
  • Tetapi bagi fukaha yang membolehkan akikah untuk orang dewasa, maka penyebelihan itu tentunya boleh dilakukan pada usia dewasa.

Ditambah lagi dengan hadits dari Nabi SAW yang mengkaitkan dengan keinginan yang maknanya, ” Barang siapa yang ingin meng-akikahkan anaknya hendaklah dia meng-akikahkannya dan barang siapa yang tidak ingin maka tidak ada dosa baginya “. Diserahkan pilihan kepada bapak, apakah dia akan meng-akikahkan anaknya atau tidak terserah kepadanya.

Semoga informasi yang saya berikan bisa menambah wawasan anda seputar akikah dan bila anda memerlukan layanan jasa akikah dengan harga murah. Hubungi, biar kami yang urus semua keperluan akikah anak anda.

Sumber: http://rumahsantri.multiply.com/journal/item/18 Oleh: Muhammad ESA

Sumber: Buku Menanti Buah Hati Dan Hadiah Untuk Yang Dinanti, Abdul Hakim Bin Amir Abda

Category: FAQ  | Tags: ,  | Leave a Comment
Author:
• Wednesday, February 10th, 2010

Untuk para orang tua di Jakarta, Bogor, Tangerang, Depok dan Bekasi kami siap untuk memberikan layanan terbaik dalam membantu anda melaksanakan akikah untuk anak. Dengan harga yang Murah, serta kambing yang sehat Insya Allah anda tidak akan kecewa dengan layanan yang kami berikan.

Untuk informasi lebih lanjut silahkan menghubungi:

Ridwan Abbas :  (021) 975 15 224  atau  0818 064 50 434

E-mail : Info@KambingAkikah.Com

Author:
• Tuesday, February 09th, 2010

Kebutuhan daging sapi meningkat secara drastis terutama pada saat hari-hari besar seperti hari Raya Idul Fitri dan Idul Adha. Untuk memenuhi kebutuhan daging sapi pada hari besar tersebut, pemerintah masih harus melakukan impor sapi. Karena itu, jumlah sapi potong nasional perlu ditingkatkan melalui program pembibitan sapi potong atau pemberian modal sapi potong pada peternak.

Pemerintah dalam hal ini Direktorat Jendral Peternakan, Departemen Pertanian, telah mencanangkan Program Kecukupan Daging pada tahun 2014. Artinya, 90% kebutuhan daging sapi harus dipasok dari dalam negeri. Hal tersebut merupakan peluang usaha yang cukup besar bagi masyarakat untuk beternak sapi.

pembibitan sapi potong

Memelihara sapi potong sangat menguntungkan karena sapi tidak hanya menghasilkan daging, tetapi juga menghasilkan pupuk kandang dan bisa digunakan sebagai tenaga kerja. Selain itu, kulit sapi juga dapat dimanfaatkan menjadi tas, sepatu, ikat pinggang, topi dan jaket. Tulang bisa diolah menjadi bahan lem, tepung tulang, dan bahan kerajinan. Serta tanduknya diolah menjadi barang kerajinan seperti sisir dan hiasan dinding.

Jenis sapi yang digunakan untuk sapi potong hendaknya berukuran tubuh besar, tidak bertanduk, kualitas daging bagus, laju pertumbuhannya relatif cepat, dan efisiensi konversi bahan pakan  menjadi daging cukup tinggi. Banyak sapi potong yang dapat dimanfaatkan sebagai penghasil daging.

Sumber: Buku Petunjuk Praktis Menggemukkan Domba, Kambing, dan Sapi Potong

Author:
• Monday, February 08th, 2010

Assalamualaikum, perkenalkan nama saya Ibnu Abbas. Saya tinggal di Jakarta Utara, saya saat ini menjalankan bisnis layanan kambing akikah melalui online. Bisnis yang sudah saya jalankan 7 bulan belakangan ini.

Awalnya saya ragu akan bisnis kambing akikah melalui online. Apa iya bisa menghasilkan uang pikir saya waktu menerima tawaran untuk memaintenance seorang klien yang usahanya dibidang akikah. Pokoknya dicoba dulu deh, urusan bisa  menghasilkan uang atau tidak itu belakangan.

Karena orang yang sukses adalah bukan orang yang pintar, orang yang sukses adalah orang yang mau mencoba dan alhamdulillah saya adalah orang yang suka mencoba hal-hal baru termasuk mencoba untuk menjalankan bisnis layanan kambing akikah melalui internet. Jadi dengan mengucapkan Bismillah saya mulai menjalankan bisnis kambing akikah.

Dan ngga disangka, baru berjalan 2 minggu saya sudah mendapatkan pesanan orang yang mau mengadakan acara akikah. Ternyata apa yang saya khawatirkan tidak menjadi kenyataan, malah yang terjadi sebaliknya. Pesanan terus mengalir karena memang info layanan akikah saya MUDAH ditemukan di Google.

Saya ngga perlu bertemu kambingnya, ngga perlu mencium bau kambing atau ngga perlu mengantarkan kambing ke pembeli. Saya hanya meng-informasikan saja calon pembeli kambing kepada mas Heri. Oia, saya lupa memperkenalkan mas Heri. Beliaulah yang banyak membantu saya dalam menghadapi calon pembeli atau gimana caranya menjawab pertanyaan yang sering ditanyakan seputar jasa akikah.

Sekarang, Insya Allah saya sudah bisa dan sudah menguasai semua hal yang berurusan dengan akikah dan alhamdulillah saya juga telah merasakan nikmatnya jualan kambing lewat online. Anda pun bisa  melakukan seperti yang saya lakukan, anda ngga perlu punya barang atau usaha untuk berjualan online. Seperti saya, ngga punya kambing tapi alhamdulillah mendapatkan rezeki dari kambing-kambing yang saya jual lewat internet. Yang terpenting anda mencintai apa yang anda kerjakan, Insya Allah suatu saat akan menghasilkan sesuatu.

Author:
• Saturday, February 06th, 2010

Indonesia dengan jumlah penduduk lebih dari 200 juta adalah pasar yang besar untuk produk daging. Konsumsi daging setiap tahunnya meningkat sebesar 4,2% per kapita. Kebutuhan ini semakin tinggi dengan adanya permintaan daging kurban pada hari Raya Idul Adha. Peningkatan konsumsi daging tersebut belum dapat diimbangi oleh peningkatan produksi. Apalagi, konstribusi daging ruminansia kecil pada konsumsi daging nasional hanya sebesar 6%.

Ternak hewan ruminansia berukuran kecil seperti kambing memiliki potensi cukup besar untuk dikembangkan sebagai sumber pedaging. Beberapa keuntungan beternak kambing, di antaranya hewan ini mudah beradaptasi dengan lingkunagn, dapat dipelihara di daerah kering (marjinal), kebutuhan modal lebih rendah dibandingkan hewan ternak ruminansia besar seperti sapi dan kerbau.

potensi ternak kambing

Untuk memenuhi kebutuhan daging kambing pada masa yang akan datang, salah satu alternatif yang dapat dilakukan adalah dengan mengembangkan ternak kambing secara konsepsional. Ada beberapa permasalahan yang dihadapi peternak, yaitu kurang lengkapnya informasi pasar akan sumber bibit yang bagus, cara beternak kambing yang benar, serta belum dimanfaatkannya potensi kambing, potensi pasar, dan potensi sumber daya manusia secara optimal.

Sumber: Buku Petunjuk Praktis Menggemukkan Domba, Kambing, dan Sapi Potong

Author:
• Friday, February 05th, 2010

Berikut jenis-jenis domba:

1. Domba Ekor Tipis

Domba ekor tipis dikenal sebagai domba asli Indonesia serta berkembang di daerah Jawa Tengah dan Jawa Barat. Domba ini berukuran sangat kecil dan lambat dewasa sehingga dagingnya relatif sedikit. Berat badan domba jantan 30-40 kg dan domba betina 15-20 kg. Warna bulunya putih dominan dengan warna hitam di seputar mata, hidung, dan beberapa bagian tubuh lain.

Domba jantan memiliki tanduk kecil dan melingkar, sedangkan domba betina tidak bertanduk. Keunggulan domba ini adalah sifatnya yang prolifik, karena mampu melahirkan kembar (2-5 ekor setiap kelahiran).

domba ekor tipis

2.  Domba Ekor Gemuk

Domba ekor gemuk berkembang di Jawa Timur, Madura, Sulawesi, dan Lombok. Domba ini beradaptasi dan tumbuh lebih baik di daerah beriklim kering. Bentuk badannya sedikit lebih besar daripada domba lokal lainnya. Berat domba jantan mencapai 45-50 kg, sedangkan domba betina 25-50 kg.

Domba jantan dan betina umumnya tidak bertanduk. Karakteristik domba ini yaitu ekornya panjang, lebar, dan mampu menimbun lemak yang banyak sehingga ekornya menjadi sangat besar. Namun, bagian ujung ekornya mengecil karena di bagian ini tidak terjadi penimbunan lemak. Cadangan lemak di bagian ekor berfungsi sebagai sumber energi pada musim paceklik. Bulu domba ini juga kasar dan gembel.

domba ekor gemuk

3.  Domba Garut

Domba garut diperkirakan merupakan hasil persilangan segitiga antara domba asli Indonesia, domba merino dari Asia Kecil, dan domba ekor gemuk dari Afrika Selatan. Domba jantan mempunyai berat 60-80 kg, sedangkan betina 30-40 kg. Badan domba garut besar dan lebar, sedangkan lehernya kuat. Karena itu, domba ini sering dijadikan domba aduan. Kulit domba garut merupakan salah satu kulit dengan kualitas terbaik di dunia.

Ciri khas domba garut atau domba priangan jantan adalah memiliki tanduk besar, melengkung ke belakang berbentuk spiral, dan pangkal tanduk kanan dan kiri hampir menyatu. Sementara domba betina tidak memiliki tanduk, panjang telinga sedang, dan terletak di belakang tanduk.

ternak domba garut

Sumber: Buku Petunjuk Praktis Menggemukkan Domba, Kambing, dan Sapi Potong

Author:
• Friday, February 05th, 2010

Domba termasuk hewan ternak yang mudah beradaptasi dengan berbagai kondisi lingkungan. Hewan ini senang hidup berkelompok swsehingga tidak akan memisahkan diri dari kelompoknya saat digembalakan.

Domba cepat berkembang biak, dalam dua tahun induk domba dapat melahirkan anak sebanyak tiga kali dan bisa melahirkan lebih dari dua ekor per kelahiran.

Keuntungan usaha penggemukan domba berasal dari selisih berat badan pada awal program dan berat badan pada akhir program penggemukan.

Selain itu, anakan domba menjadi  aset peternak sebagai penyedia daging, penyedia pupuk, dan sebagai hewan kontes.

Sumber: Buku Petunjuk Praktis Menggemukkan Domba, Kambing, dan Sapi Potong