Archive for ◊ April, 2010 ◊

Author:
• Thursday, April 29th, 2010

Menyediakan layanan jasa kambing akikah untuk wilayah Bogor dan sekitarnya. Kami antar dan potong pesanan kambing anda secara gratis alias tidak dikenakan bayaran. Cukup bayar kambingnya saja dan biaya masak (bila anda ingin dimasak oleh kami).

Masakan Insya Allah enak dan dijamin bebas bau prengus. Untuk dapat mencicipi masakan dari kami, silahkan datang ke kantor kami di Jl. Bendungan Melayu RT 06 RW 01 No. 42 B Tugu Selatan, Koja – Jakarta Utara. Dan untuk pembayaran, dibayar setelah pesanan kambing sampai ditempat anda.

Semua layanan diatas kami berikan untuk memudahkan anda dalam melaksanakan acara akikah. Jika anda tertarik dengan penawaran yang kami berikan, silahkan hubungi team marketing online kami di (021) 975 15 224 atau 0818 064 50 434 (24 jam non-stop).

Berikut harga dari kambing akikah yang kami tawarkan, silahkan pilih type kambing yang sesuai dengan kebutuhan anda.

Author:
• Tuesday, April 06th, 2010

Domba termasuk hewan herbivora (pemakan tumbuhan) dan digolongkan sebagai hewan ruminansia (memiliki rumen). Yang dimaksud dengan rumen adalah alat pencernaan khas pada ruminansia yang memiliki mikroba kompleks sehingga dapat membantu proses fermentasi pakan. Ruminansia secara spesifik mampu mensintesis asam amino dari unsur yang dihasilkan oleh berbagai proses yang terjadi di dalam rumen.

Seperti halnya ternak lain, domba membutuhkan pakan dan air minum. Selain sebagai sumber energi, pakan berfungsi sebagai pemasok nutrien yang berguna bagi metabolisme dan perbaikan sel yang rusak. Air minum diperlukan untuk mencerna pakan yang berupa hijauan.

A. Kebutuhan Zat Gizi Pada Domba

Kebutuhan zat gizi pada domba dipengaruhi oleh umur, kondisi fisiologis (kondisi pencernaan), pertambahan berat badan yang diinginkan dan kondisi lingkungan (suhu, kelembapan, kecepatan angin, dan cahaya matahari). Untuk daerah tropis, domba sepertinya memerlukan energi dan protein lebih banyak daripada kambing yang lebih banyak membutuhkan protein.

B. Jenis Pakan

Bahan pakan yang dapat diberikan kepada domba terdiri dari tiga jenis, yaitu pakan hijauan, penguat, dan pakan tambahan. Berikut penjelasan ketiga jenis pakan tersebut:

1. Pakan Hijauan

  • Golongan rumput-rumputan seperti rumput gajah, rumput benggala, rumput raja, dan rumput alam. Pakan hijauan merupakan makanan utama bagi domba yang tidak hanya berfungsi sebagai pengisi perut tetapi juga sebagai sumber protein, vitamin dan mineral.
  • Golongan kacang-kacangan seperti daun lamtoro, turi, gamal, daun kacang tanah, daun albasia, kaliandra, kelor dan siratro.
  • Hasil limbah pertanian seperti daun nangka, daun waru, daun dadap, daun pisang, daun jagung, daun ketela pohon, daun kembang sepatu, daun ketela rambat, dan daun beringin.

2. Pakan Penguat (Konsentrat)

Pakan penguat terutama diberikan pada masa pertumbuhan, masa bunting dan saat induk menyusui. Konsentrat untuk ternak domba sebaiknya memiliki kandungan protein lebih dari 18%. Golongan bahan penyusun konsentrat diantaranya dedak, jagung kuning, bungkil kelapa, tepung ikan, bungkil kedelai, ampat tahu, ampas kecap, dan biji kapas.

3. Pakan Tambahan

Disamping pakan hijauan dan konsentrat, domba juga perlu diberi tambahan asupan gizi berupa vitamin dan zat mineral, diantaranya Ca, Mg, Na, dan K. Pupuk urea dapat dicampurkan dalam pakan sebab urea berfungsi sebagai sumber nitrogen NPN (Non-protein Nitrogen).

Sumber: Buku Petunjuk Praktis Menggemukkan Domba, Kambing, dan Sapi Potong

Category: Artikel Domba  | Tags: ,  | Leave a Comment
Author:
• Friday, April 02nd, 2010

Pada prisipnya kondisi sering buang angin (kentut) sama dengan perihal orang yang menderita beser, yaitu masuk dalam kategori keadaan tidak normal, sehingga mendapat perlakuan khusus dalam hukum Islam.

Melihat dari judul diatas, jika masih dapat merasakan ketika buang angin. Setiap berapa menit sekali buang anginnya? Maka upayakan ketika menunaikan sholat sesuai dengan kebiasaan berapa lama anda dapat menahan kentut. Jika dapat menahan kentut sampai 3 menit, maka waktu selama itu sudah sangat cukup untuk menunaikan shalat.

Mengenai membaca Al Quran, selama anda mampu setiap kali buang angin berwudhu, maka lakukan. Tetapi kalau tidak, misalnya karena terlalu sering kentutnya, atau tempat wudhunya jauh sehingga sangat memberatkan, maka tidak mengapa. Karena masalah memegang dan membaca Al Quran bagi orang yang berhadats kecil masih ada perbedaan antara ulama fiqih. Demikian pula dengan i’tikaf, tidak diharuskan dalam keadaan suci dari hadats kecil. Anda tetap dapat berzikir dan melakukan aktifitas lain.

Namu apabila anda sudah tidak kuat lagi dapat merasakan ketika buang angin, sehingga anda tidak tahu ketika anda mengeluarkan angin. Maka cukup setiap kali hendak sholat atau membaca Al Quran anda berwudhu. Dan selama anda shalat (baik sendiri maupun jamaah) yakin saja bahwa anda tidak buang angin dan teruskan sholat hingga selesai, toh anda juga tidak dapat merasakannya. Dan nanti apabila waktu sholat berikutnya telah masuk, anda harus berwudhu kembali.

Wallahu a’lam bi al-shawab

Sumber: H.M.Rahmatullah, LC