Author:
• Saturday, February 10th, 2018

Terkait ini, Syaikh Muhammad bin Al-‘Utsaimin rahimahullah, ulama pakar fikih abad ini pernah diajukan pertanyaan seperti judul postingan diatas. Beliau rahimahullah, menjawab:

“Hendaknya daging akikah dimakan sebagiannya, sebagiannya lagi dihadiahkan dan disedekahkan. Adapun kadar pembagiannya tidak ada kadar tertentu. Yang dimakan, yang dihadiahkan dan yang disedekahkan dibagi sesuai kemudahan. Jika ia mau, ia bagikan pada kerabat dan sahabat-sahabatnya. Boleh jadi pembagiannya tersebut di negeri yang sama atau di luar daerahnya. Akan tetapi, mestinya ada jatah untuk orang miskin dari daging akikah tersebut. Tidak mengapa juga daging akikah tersebut dimasak (direbus) dan dibagi setelah matang atau dibagi dalam bentuk mentah. Seperti itu ada kelapangan” (Fatawa Nur ‘ala Ad-Darb, 5: 228)

Dari fatwa diatas, bisa disimpulkan kalo daging akikah boleh dimakan sama yang punya hajat. Sebagiannya lagi disedekahkan.

Sumber: rumaysho.com

You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0 feed. You can leave a response, or trackback from your own site.
Leave a Reply