Author:
• Tuesday, February 05th, 2019

Belum tahu bagaimana cara menghitung hari ketujuh untuk waktu akikah anak anda? Yuk baca penjelasannya pada postingan ini.

Disebutkan dalam Al-Mawsu’ah Al-Fiqhiyah (30: 278), “Mayoritas ulama pakar fiqih berpandangan bahwa waktu siang pada hari kelahiran adalah awal hitungan tujuh hari. Sedangkan waktu malam tidaklah jadi hitungan jika bayi dilahirkan pada malam, namun yang jadi hitungan hari berikutnya.”

Kami kasih contoh ya, misalnya bayi anda lahir pada hari Rabu (06 Februari 2019) jam enam pagi, maka hitungan hari ketujuh sudah mulai dihitung pada hari Rabu. Berarti hari ketujuhnya jatuh pada hari Selasa (12 Februari 2019).

Namun jika bayi anda lahir pada Rabu (06 Februari 2019) jam enam sore, maka hitungan awalnya tidak dimulai dari hari Rabu, melainkan mulai dihitung hari Kamis. Sehingga hari ketujuh untuk waktu akikah bayi anda jatuh pada hari Rabu (13 Februari 2019).

Dari Samuah bin Jundub, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Setiap anak tergadaikan dengan akikahnya, disembelihkan untuknya pada hari ketujuh, digundul rambutnya dan diberi nama.” (HR. Abu Daud no. 2838, An-Nasai no. 4225, Ibnu Majah no 3165, Ahmad 5: 12. Al Hafizh Abu Thahir mengatakan bahwa hadits ini shahih). Hari yang dimaksudkan adalah siang hari.

Baca selengkapnya di: https://rumaysho.com/11474-perhitungan-hari-ketujuh-untuk-waktu-aqiqah.html

You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0 feed. You can leave a response, or trackback from your own site.
Leave a Reply