Tag-Archive for ◊ Daging Kambing ◊

Author:
• Wednesday, February 03rd, 2010

Daging merupakan salah satu penyumbang protein hewani, di samping susu dan telur.  Produksi daging sapi dalam negeri baru memenuhi 24% dari kebutuhan daging nasional. Kebutuhan daging sapi nasional saat ini sekitar 385,03 ton/tahun, sedangkan produksi daging nasional baru sekitar 249,92 ton/tahun. Artinya, masih terjadi kekurangan pasokan daging sapi sebesar 35,1%. Hal itu yang menyebabkan pemerintah sering melakukan impor daging sapi baik dalam bentuk ternak hidup, maupun daging beku.

Dalam jangka pendek, impor sapi memang diperlukan untuk memenuhi kebutuhan daging dalam negeri. Namun, dalam jangka panjang alangkah lebih baik jika industri sapi potong dikembangkan dalam negeri. Jika industri sapi potong di Indonesia bisa dikembangkan lagi banyak tenaga kerja yang bisa terserap. Bahkan bisa menciptakan peluang usaha yang baru.

Usaha penggemukan ternak potong merupakan salah satu yang paling mudah dilakukan oleh peternak pemula. Jenis ternak yang dapat digemukkan antara lain domba, kambing, dan sapi. Ketiga hewan tersebut merupakan sumber pedaging utama di Indonesia.

Jumlah peternak yang menggeluti usaha penggemukan memang masih sedikit. Hal ini terkait beberapa kendala yang dihadapi oleh peternak, seperti kecilnya keuntungan dari hasil penggemukkan. Hal ini disebabkan, biaya penggemukan yang relatif tinggi dibandingkan dengan keuntungan penjualannya.

Hal yang perlu diperhatikan agar peternak mendapatkan harga yang bagus adalah harus memahami kondisi pasar dan menghasilkan ternak potong yang berkualitas untuk dijual. Peternak harus jeli melihat pasar aman yang akan dibidik. Pada saat Hari Raya Idul Fitri dan Idul Adha adalah saat yang baik untuk menjual sapi, kambing atau domba. Saat tersebut harga melambung tinggi. Di luar pasar tersebut, usaha jasa akikah juga merupakan pasar yang bagus.

layanan kambing akikah murah

Produktivitas ternak dipengaruhi oleh faktor lingkungan sampai 70%, sedangkan faktor genetik sekitar 30%. Pakan memengaruhi sekitar 60% dari keberhasilan usaha penggemukan. Jadi, jika bakalan yang digunakan berkualitas baik, tetapi pakan yang diberikan kurang tepat dapat mengakibatkan produksi yang optimal tidak akan tercapai. Pakan juga menyumbang biaya produksi yang paling besar dalam usaha peternakan, yaitu sekitar 60-80% dari keseluruhan biaya produksi.

Pakan utama ternak ruminansia adalah hijauan, sekitar 60-70%. Namun, ketersediaan pakan hijauan sangat terbatas. Karena itu, pengembangan peternakan perlu diintergrasikan dengan usaha pertanian sebagai strategi dalam penyediaan pakan ternak melalui optimalisasi pemanfaatan limbah pertanian.

Tidak ada satu jenis dan formulasi pakan terhebat yang dapat diterapkan pada semua usaha ternak potong yang tersebar di berbagai lokasi usaha. Yang ada adalah strategi untuk  mencari dan mengolah bahan pakan potensial setempat menjadi produk ekonomis yang aman, sehat, utuh, halal, dan berkualitas. Dengan cara ini, peternak pemula ataupun berpengalaman bisa menerapkan teknik pemberian pakan secara praktis, murah, dan berkualitas.

Sumber: Petunjuk Praktis Menggemukkan Domba, Kambing, dan Sapi Potong.