Tag-Archive for ◊ Jenis Domba ◊

Author:
• Monday, March 22nd, 2010

Umumnya kandang domba didesain sebagai kandang koloni, bukan kandang individual. Hal  ini didasarkan pada sifat domba yang senang hidup berkelompok. Namun, berdasarkan tipe alasnya kandang domba dibagi menjadi dua tipe yaitu kandang lemprak dan kandang panggung.

1. Kandang Lemprak

Kandang lemprak dicirikan dengan lantai yang menggunakan tanah sebagai alasnya. Kandang jenis ini hanya beralaskan kotoran dan sisa-sisa hijauan pakan. Selain itu, kandang juga tidak dilengkapi dengan tempat pakan. Kandang hanya dilengkapi keranjang rumput yang diletakkan diatas alas. Pakan sengaja diberikan berlebihan agar menghasilkan kotoran yang banyak. Kotoran akan dibongkar setelah sekitar 1 – 6 bulan.

Lantai kandang lemprak yang terbuat dari tanah tidak dianjurkan karena tidak memenuhi syarat kesehatan. Kotoran domba maupun air minum yang tumpah dapat membuat lantai tanah menjadi basah dan becek. Karena itu, alas yang disarankan untuk kandang lemprak adalah alas yang terbuat dari bahan semen. Agar lantai tidak licin, tekstur semen dibuat agak kasar dengan cara tidak diberi semen penghalus atau memberi corak semen dengan batang lidi. Lantai juga perlu dibuat miring ke satu arah untuk memudahkan pembuangan kotoran dan mencegah genangan air.

Dalam beternak domba secara intensif, kandang ini jarang digunakan karena pembersihannya lebih merepotkan. Kandang lemprak biasanya digunakan para peternak domba pada skala kecil dengan jumlah domba yang tidak terlalu banyak.

2. Kandang Panggung

Kandang panggung dicirikan dengan adanya tiang penyangga kandang sehingga lantai kandang terletak diatas tanah (sekitar 0,5 – 1m) dan berbentuk seperti panggung. Bahan lantai biasanya terbuat dari bilah bambu, kayu, atau papan. Tipe kandang ini memiliki kolong yang bermanfaat sebagai penampung kotoran. Lantai kolong biasanya diberi semen dan dibuat miring ke arah selokan agar lebih memudahkan pekerja ketika membersihkan kotoran.

Meskipun pembuatan kandang panggung lebih mahal, tetapi kebersihan lantai kandang ini lebih terjamin. Hal ini disebabkan, lantai kayu atau bilah bambu dipasang dengan sedikit celah sehingga memudahkan kotoran terjatuh ke bawah kandangg. Selain itu, domba terhhindar dari serangan penyakit dan parasit karena kandang lebih mudah dibersihkan. Oleh karena itu, kandang panggung banyak digunakan pada peternakan domba dengan pola intensif.

Sumber: Buku Petunjuk Praktis Menggemukkan Domba, Kambing, dan Sapi Potong

Author:
• Friday, February 05th, 2010

Berikut jenis-jenis domba:

1. Domba Ekor Tipis

Domba ekor tipis dikenal sebagai domba asli Indonesia serta berkembang di daerah Jawa Tengah dan Jawa Barat. Domba ini berukuran sangat kecil dan lambat dewasa sehingga dagingnya relatif sedikit. Berat badan domba jantan 30-40 kg dan domba betina 15-20 kg. Warna bulunya putih dominan dengan warna hitam di seputar mata, hidung, dan beberapa bagian tubuh lain.

Domba jantan memiliki tanduk kecil dan melingkar, sedangkan domba betina tidak bertanduk. Keunggulan domba ini adalah sifatnya yang prolifik, karena mampu melahirkan kembar (2-5 ekor setiap kelahiran).

domba ekor tipis

2.  Domba Ekor Gemuk

Domba ekor gemuk berkembang di Jawa Timur, Madura, Sulawesi, dan Lombok. Domba ini beradaptasi dan tumbuh lebih baik di daerah beriklim kering. Bentuk badannya sedikit lebih besar daripada domba lokal lainnya. Berat domba jantan mencapai 45-50 kg, sedangkan domba betina 25-50 kg.

Domba jantan dan betina umumnya tidak bertanduk. Karakteristik domba ini yaitu ekornya panjang, lebar, dan mampu menimbun lemak yang banyak sehingga ekornya menjadi sangat besar. Namun, bagian ujung ekornya mengecil karena di bagian ini tidak terjadi penimbunan lemak. Cadangan lemak di bagian ekor berfungsi sebagai sumber energi pada musim paceklik. Bulu domba ini juga kasar dan gembel.

domba ekor gemuk

3.  Domba Garut

Domba garut diperkirakan merupakan hasil persilangan segitiga antara domba asli Indonesia, domba merino dari Asia Kecil, dan domba ekor gemuk dari Afrika Selatan. Domba jantan mempunyai berat 60-80 kg, sedangkan betina 30-40 kg. Badan domba garut besar dan lebar, sedangkan lehernya kuat. Karena itu, domba ini sering dijadikan domba aduan. Kulit domba garut merupakan salah satu kulit dengan kualitas terbaik di dunia.

Ciri khas domba garut atau domba priangan jantan adalah memiliki tanduk besar, melengkung ke belakang berbentuk spiral, dan pangkal tanduk kanan dan kiri hampir menyatu. Sementara domba betina tidak memiliki tanduk, panjang telinga sedang, dan terletak di belakang tanduk.

ternak domba garut

Sumber: Buku Petunjuk Praktis Menggemukkan Domba, Kambing, dan Sapi Potong